Wakaf Tunai
March 3, 2010 – 6:41 am | No Comment

Selama ini, wakaf adalah salah satu ibadah yang sering dipahami dengan bentuk menyerahkan tanah untuk kepentingan ibadah seperti masjid, mushalla, madrasah dan sebagainya, Namun dengan dicanangkannya gerakan nasional wakaf uang maka kini masyarakat diperkenalkan dengan wakaf berbentuk uang yang lebih fleksibel digunakan untuk kesejahteraan umat sekaligus memudahkan masyarakat yang ingin wakaf karena ada alternatif bentuk [...]

Read the full story »
Dakwah

Ekonomi

Kesehatan

Pendidikan

Pengembangan

Home » Berita, Ekonomi

BAZ: Salurkan Modal Bergulir Bagi Usaha di Jurang Krisis

Submitted by Hamid on January 19, 2010 – 5:33 amNo Comment

Di tengah situasi ekonomi yang masih bergelombang membuat tak semua usaha bisa bertahan dalam menghadapi krisis yang terjadi. Sektor usaha kecil dan menengah yang menyerap cukup banyak tenaga kerja pun harus turut diperhatikan kelangsungan usahanya agar tak berada di ambang kebangkrutan.

Dalam menghadapi kondisi riskan tersebut, Badan Amil Zakat (BAZ) Jawa Timur memiliki program pemberian modal bergulir bagi usaha-usaha UKM yang tengah berada dalam kesulitan. Kepala Kantor BAZ Jatim, Benny Nur Miftahul Ulum mengatakan pemberian modal bergulir tersebut diberikan kepada UKM yang berada dalam kategori kuning. Dalam hal ini UKM yang termasuk dalam kategori tersebut adalah usaha yang telah berjalan minimal enam bulan, memerlukan dana untuk berkembang atau sedang mengalami kesulitan dana. ”Untuk modal bergulir, kami melihat usaha yang berpotensi bangkrut. Hal ini harus ditahan agar pengangguran tak bertambah,” kata Benny.

Awalnya, BAZ memberikan modal bergulir sebesar Rp 1 juta, namun seiring waktu jumlah tersebut bisa meningkat antara Rp 3 juta hingga Rp 7 juta. ”Penambahan plafon modal tergantung dari perkembangan UKM,” ujar Benny.

Dalam waktu enam bulan hingga satu tahun, BAZ mengadakan evaluasi kepada UKM-UKM. Dengan adanya pemberian modal secara simultan, Benny berharap UKM akan terus berkembang dan bisa menjadi muzakki, tak hanya mustahik.

Saat ini terdapat sekitar 1000 unit UKM yang berada dalam kategori kuning dan mendapat modal bergulir dari BAZ Jatim. Dari total UKM yang tersebar di seluruh wilayah provinsi Jawa Timur, sebanyak 40 persen di antaranya berada di Surabaya. Masih adanya UKM yang terjerat rentenir menjadi salah satu penyebab sejumlah usaha mengalami kesulitan dana.

”Masih ada yang memiliki mindset kalau meminjam dari bank itu ruwet, sehingga mereka lebih sering meminjam ke rentenir,” kata Benny.  Untuk itu BAZ berusaha memberikan akses dana kepada UKM tanpa jaminan, namun tetap memiliki pertanggungjawaban terhadap modal yang diberikan. Setelah UKM mengalami perkembangan cukup pesat, BAZ akan menghubungkan UKM tersebut dengan sejumlah bank syariah untuk pembiayaan selanjutnya.

Selain memiliki program dana bergulir, BAZ Jatim juga memiliki program beasiswa bagi anak-anak kaum dhuafa di tingkat SD hingga universitas yang memiliki prestasi baik. Saat ini jumlah penerima beasiswa mencapai 8.000 orang, di mana 75 persen di antaranya adalah siswa SMU. Menurut Benny, sebagian besar beasiswa yang diberikan kepada siswa SMU disebabkan adanya biaya operasional sekolah kepada siswa SD dan SMP, sehingga beban pembiayaan sekolah tak sebesar bangku SMU.

Per tahunnya siswa SMU mendapatkan beasiswa sebesar Rp 600 ribu, SD Rp 250 ribu, SMP Rp 300 ribu, dan universitas Rp 1 juta. Di tahun ini pihak BAZ berencana meningkatkan jumlah beasiswa bagi siswa SMU menjadi Rp 1,2 juta per tahun, namun Benny mengatakan pihaknya masih membahas hal tersebut. Beasiswa pun diberikan tak hanya bagi siswa yang memiliki prestasi akademik di sekolah, tetapi juga kepada mereka yang berprestasi di bidang lainnya seperti seni maupun olahraga.

Selain program pendidikan, BAZ juga melakukan program kesehatan baik bersifat insidental dengan mendatangi wilayah yang terkena suatu wabah penyakit, maupun kerja sama dengan sejumlah klinik umum. Saat ini BAZ telah bekerja sama dengan dua klinik di Gresik, tiga klinik di Surabaya, dan satu klinik di Sidoarjo. Untuk ke depannya BAZ akan meluaskan kerja sama tersebut dengan sejumlah daerah. Dalam program kesehatan bersifat insidental tim BAZ melakukan kunjungan sebanyak empat sampai enam kali dalam sebulan.

Selain bekerja sama dengan beberapa klinik, BAZ juga memiliki klinik spesialis bernama Al Ikhlas yang ditujukan khusus bagi kaum dhuafa. Klinik yang berlokasi di Jalan Juanda, Surabaya ini baru beroperasi di awal 2008 dan memiliki tiga dokter umum dan dua dokter spesialis. Meski saat ini belum beroperasi sehari penuh, namun Benny mengharapkan dalam beberapa waktu ke depan klinik dapat beroperasi 24 jam.

Sebagai salah satu badan penghimpunan zakat, BAZ juga memberikan perhatian kepada muadzin di sejumlah daerah dengan memberikan sejumlah bantuan berupa beasiswa maupun honor. Di tahun ini BAZ menargetkan memberikan bantuan kepada 1.000 muadzin, khususnya kepada muadzin yang berada di desa dan wilayah-wilayah nonmuslim. Saat ini sudah ada sekitar 200 muadzin di Malang yang mendapat honor.

Dalam penghimpunan dana, rata-rata per tahunnya BAZ Jatim mengumpulkan dana sebesar Rp 3 miliar, sementara untuk penghimpunan zakat se-Jawa Timur sebesar Rp 15 miliar. Ke depannya Benny pun yakin pengumpulan zakat akan terus bertambah. ”Kami melihat semangat masyarakat untuk berzakat juga semakin tinggi dengan adanya undangan mengenai zakat dari masyarakat,” kata Benny. Di tahun ini BAZ Jatim menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 4 miliar, sementara untuk se-Jawa Timur ditargetkan Rp 20 miliar.

Dimuat di Republika,12/1/2009

Tulisan Terkait

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.