Kesendirian Ibu Sutiyem di Medokan
Kesendirian Ibu Sutiyem di Medokan
Koordinator TimSil ( Tim Silaturahim BAZjatim )
Hari Jum’at, 22 Mei 2009.
Penulis : Fajar Cahyono, SE.Ak
Reporter : Alia
Partner : Chandra
Hidup adalah perjuangan. Itulah sepenggal kata – kata mutiara untuk memotivasi seseorang dalam menjalani kehidupan. Namun, hidup bagi Ibu Sutiyem, mustahik / dhu’afa yang tinggal di daerah Medokan Semampir Indah, ini benar – benar terasa berat dan sangat sulit untuk digambarkan. Bagaimana tidak, dia hidup di Kota Surabaya ini tinggal di daerah perkampungan kumuh di kawasan Medokan Semampir, tempat tinggalnyapun milik orang lain dan berada di tanah pengairan yang rawan digusur sewaktu – waktu oleh pemerintah.
“ Saya hidup di Kota Surabaya sebenarnya sudah lama, namun karena tidak ada yang bisa saya kerjakan akhirnya saya menggelandang di tempat ini tidak tentu arah dan tujuan “ tuturnya kepada TimSil BAZ Jatim setelah diterjemahkan. “Saya tidak tahu, apakah hidup saya seperti ini terus, sedangkan saya memiliki anak yang harus saya tanggung “ tuturnya lagi sambil menerawang ke langit-langit rumahnya dengan tatapan kosong.
Untuk biaya makan sehari-hari dia juga hanya mengandalkan belas kasihan orang lain, bila ada yang memberi maka dia akan terima. Dhu’afa tersebut juga sering mendapatkan bantuan dari tetangga sekitarnya karena tidak tega melihat kondisi kehidupan Ibu Sutiyem yang hidup di bawah gubuk tidak permanent.
Inilah salah satu potret hidup mustahik yang tinggal di Kota Surabaya. Dimana mereka hidup dibawah keterbatasan yang tidak layak. Selain itu pula, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan beberapa orang misionaris dalam hal pindah akidah atau bahaya pemurtadan, karena kefakiran bisa mendekatkan seseorang kepada kekufuran.
Maka dari itu, BAZ Jatim mengajak para donatur untuk membantu dhu’afa tersebut agar terhindar dari bahaya pemurtadan dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk disalurkan ke BAZ Jatim.
Informasi tambahan :
Ibu Sutiyem tinggal di Jl. Medokan Semampir Indah Surabaya dia hidup berdua dengan anaknya yang masih kelas 3 SD dan itupun bukan anaknya sendiri melainkan anak pungut.
Ibu sutiyem baru ditinggal suaminya kira-kira 2 bulan yang lalu,dia tidak memiliki pekerjaan karena kondisinya tangan ibu sutiyem mengalami stroke, sehingga tidak bisa bergerak banyak.untuk makan dia mengandalkan belas kasih tetangga itupun kalau ada yang peduli dengan kondisinya.tapi bu sutiyem merupakan sosok yang tegar walau pun dia kekurangan tetapi dia tidak pernah meminta-minta.dan sebagai informasi tambahan daerah bu sutiyem merupakan daerah kristenisasi bahkan ada tetangga bu sutiyem yang sudah murtad karena desakan ekonomi
Salurkan Zakat, Infaq dan SHadaqah Anda
Informasi :
BAZ Jatim 031 5613661
ke Rekening INFAQ
Bank Syariah Mandiri 008 – 111 – 6666
Bank JATIM 001 – 108 – 8588
ke Rekeing Zakat
Bank Syariah Mandiri 008 – 116 – 6661
Bank Muamalat 701 – 099 – 6222
BNI Syariah 0707 – 0707-70
Konfirmasi Transfer rekening anda ke 0857-3011-0820




