BAZ Jatim Perluas Pelayanan Pengobatan
Kapanlagi.com – Badan Amil Zakat (BAZ) Provinsi Jawa Timur memperluas jaringan pelayanan pengobatan kepada masyarakat.
Kepala Pendistribusian Dana BAZ Provinsi Jatim, Khalik, di Surabaya, Kamis (20/8), mengatakan, saat ini pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan pengurus masjid di kawasan Perumahan Darmo Indah Surabaya.
“Menurut rencana, kami akan membuka klinik BAZ di kawasan Darmo Indah Surabaya. Saat ini sudah pembicaraan awal tinggal menunggu hari pembukaannya,” katanya.
Pihaknya sengaja memilih kawasan Darmo Indah dimaksudkan agar bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada kaum duafa yang berada di wilayah tersebut.
“Dengan demikian kaum duafa di wilayah Darmo tidak perlu berobat ke Juanda dan Ketintang karena harus mengeluarkan biaya transportasi yang cukup mahal,” katanya.
Meskipun demikian, klinik yang didirikan BAZ Jatim tidak hanya diperuntukkan bagi kaum duafa. Bagi kaum duafa yang berobat akan mendapatkan fasilitas gratis, sedangkan pasien umum dikenai tarif Rp20 ribu sudah termasuk obat.
Selama ini, BAZ Jatim memiliki Klinik Al Ikhlas di kawasan Juanda, Kabupaten Sidoarjo dan Al Haromain di kawasan Ketintang, Surabaya.
BAZ Jatim juga memiliki Pos Pelayanan Kesehatan Duafa di kawasan Rungkut, Surabaya dan di Jatikalang, Kabupaten Sidoarjo.
“Pos pelayanan kesehatan ini bekerja sama dengan rumah praktik dokter dan klinik yang dipilih BAZ Jatim. Saat hendak berobat, kaum duafa dapat membawa kartu kesehatan duafa yang dikeluarkan BAZ Jatim,” kata Khalik.
Untuk mendapat kartu tersebut, lanjut dia, masyarakat bisa mendaftar ke Sekretariat BAZ Jatim di Gedung Islamic Center Surabaya.
Sementara untuk klinik Al Iklas yang ada di Juanda, Kabupaten Sidoarjo terdapat seorang dokter spesialis dan seorang perawat. Bahkan, bagi pasien yang berhalangan datang pada jam dan hari praktek masih bisa berobat dengan membuat janji dengan dokter tersebut melalui telepon.
“Kaum duafa memerlukan perawatan dasar yang menyeluruh, sehingga dengan dibukanya klinik-klinik ini dapat mengurangi beban hidupnya,” katanya. (sumber:kpl/meg)
Tulisan Terkait

